Gangguan seksualitas paska stroke bisa berupa penurunan aktivitas seksual dengan pasangan (istri atau suami) hingga abstinence, meskipun libido pasien normal.
Dilaporkan 70 % pasien laki-laki dan 44 % pasien perempuan menunjukkan penurunan frekuensi aktivitas seksual.
Hal tersebut masih sering terabaikan dalam penanganan pasien stroke.
Penurunan aktivitas seksual paska stroke dapat disebabkan karena : ketidakmampuan berdiskusi dengan pasangan, keengganan berpartisipasi dalam aktivitas seksual, penurunan rasa percaya diri, hingga masalah posisi karena disabilitas yang diderita.
Hingga kini, data penanganan disfungsi seksualitas paska stroke masih belum ada Randomized Control Trialnya.
Hal yang tidak kalah penting adalah melakukan diskusi terbuka dengan pasangan (suami atau istri) mengenai masalahnya.
Wallahu a'lam
No comments:
Post a Comment