Sebelum mengemudikan
kendaraan, ada beberapa panduan bagi para pasien stroke (tentu setelah melewati
fase akut).
Pertama, evaluasi mengenai gangguan lapang pandang, gangguan atensi, kognitif (terutama terkait problem solving, fungsi bahasa), kelemahan otot berupa hemiplegi (atau hemiparesis), apraksia.
Pertama, evaluasi mengenai gangguan lapang pandang, gangguan atensi, kognitif (terutama terkait problem solving, fungsi bahasa), kelemahan otot berupa hemiplegi (atau hemiparesis), apraksia.
Seberapa pentingkah mengemudi
bagi para survivor stroke?
- Mengemudi merupakan
salah satu bentuk kebebasan dari tergantung pada orang lain, dan tentunya
bentuk integrasi dengan lingkungan.
Penglihatan
dan atensi merupakan komponen penting untuk mengemudi dengan aman
Hingga saat ini belum ada “tools”
yang dapat memprediksi kemampuan mengemudi pasien stroke
Beberapa tes yang dapat
digunakan adalah pemeriksaan neurologik dasar yang rutin dilakukan oleh
neurolog, juga tambahan “tools” untuk pemeriksaan kognitif, misal Trail making
test dan lain-lain
Pasien dengan gangguan lapang
pandang juga dikonsulkan oleh neurolog ke spesialis mata untuk pemeriksaan
defek visualnya.
Beberapa menyarankan (bahkan
untuk kasus TIA atau serangan otak sepintas), untuk tidak mengemudikan
kendaraan sampai pemeriksaan medis lengkap dilakukan.
Lainnya, misal menyarankan
menunda mengemudi hingga 1 bulan paska stroke
Beberapa hal yang perlu
dihindari ketika pasien stroke memulai lagi mengemudikan kendaraan:
- Mengemudi pada area yang tidak dikenal
- Mengemudi malam
- Mengemudi saat lelah
- Parkir paralel
- Mengemudi saat jam macet
- Pada jalur cepat
Beberapa intervensi
neuro-restorasi yang dapat dilakukan untuk membantu pasien
- Latihan visual-attention
- Penggunaan program simulasi, meliputi adaptasi hingga skenario mengemudi.
No comments:
Post a Comment