Patofisiologi Stroke Iskemia (2) : Eksitotoksisitas, Kegagalan Pembentukan Energi, dan Ketidakseimbangan Ion
Otak
merupakan organ aktif yang sangat penting. Kebutuhan energi otak secara
ekslusif tergantung pada proses fosforilasi oksidatif. Sehingga otak sangat
peka terhadap kekurangan suplai oksigen dan glukosa. Pada proses iskemia,
terjadi kekurangan oksigen dan glukosa. Dalam hitungan menit, sel neuron maupun non-neuronal akan mengalami depolarisasi sehingga
terjadi
aktivasi kanal kalsium. Depolarisasi tersebut juga akan mengakibatkan pelepasan neurotransmiter eksitatorik dari terminal presinap menuju celah sinap. Glutamat yang dilepas akan berikatan dengan
reseptor ionotropik N-methyl-d-aspartate(NMDA)dan a-amino-3-hydroxy-5-methyl-4-isoazole
propionic acid (AMPA). Ikatan tersebut akan mengakibatkan influks kalsium ke dalam
sel dalam jumlah banyak. Sebagai akibat dari peningkatan kalsium intraseluler,
akan terpicu pembentukan fosfolipasedan protease yang merusak membran sel, dan proteinyang diperlukan untuk
integritas membran sel. Protein pembentuk membran sel yang dirusak adalah
protein aktin, spektrin, laminin dan lain-lain(Fisher M, 2009).
Ion kalsium disertai ion-ion lain akan memasuki mitokondria
melalui pori-porinya, sehingga terjadi
disfungsi membran mitokondria. Lebih parah lagi,
sodium dan klorida akan memasuki neuron
melalui kanal secara pasifdiikuti air, sehingga terjadi edema intraseluler(Fisher M, 2009).
No comments:
Post a Comment