Sunday, August 26, 2012

Patofisiologi Stroke Iskemia (1): Mekanisme Kematian Sel secara Aktif


Tidak semua sel otak akan langsung mati setelah mengalami iskemia. Astrup pada tahun 1981, pertama kali memperkenalkan konsep iskemia penumbra. Penumbra merupakan suatu area di sekitar lesi, yang mengelilingi inti dari iskemia. Setelah pembuluh darah mengalami oklusi, inti iskemia akan mengalami kematian dan tidak akan memberikan respon terhadap terapi meskipun aliran darah ke daerah tersebut sudah diperbaiki. Namun, daerah sekelilingnya (yaitu penumbra) secara metabolik masih aktif dan dapat diselamatkan. Sehingga, reperfusi merupakan target utama pada terapi intervensi, dalam rangka mencegah terjadinya kematian sel yang berlanjut (Fisher M, 2009).
 Kematian sel otak, dapat terjadi melalui jalur nekrosis. Jalur lain kerusakan sel otak dapat apoptosis. Nekrosis sendiri dapat terjadi melalui proses iskemia dan edema sel otak. Sedangkan apoptosis melalui serangkaian proses mengakibatkan terjadi perubahan morfologik, biokimiawi, farmakologik dan molekular (misalnya aktivasi caspase) pada sel otak maupun proses autofagositosis (Dirnagl et al, 1999; Lo et al., 2003; Fisher M, 2009).
Nekrosis jaringan otak diawali dengan kegagalan pembentukan energi, peningkatan kalsium intraseluler sampai pelepasan asam amino eksitatorik. Proses tersebut akan memacu aktivasi radikal bebas, produksi peroksinitrit, kalpain, fosfolipase, dan aktivasi poly-ADP-ribose polymerase (PARP). Setelah itu, juga terjadi proses apoptosis. Serangkaian depolarisasi yang terjadi akan mengganggu keseimbangan energi daerah penumbra. Proses selanjutnya juga akan menimbulkan respon inflamasi (Fisher M, 2009).

No comments:

Post a Comment